Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Barat

Memahami Sikap Rendra Pada Barat (Kompas, 08 September 2013)

Berbeda dengan puisi-puisi para penyair Indonesia lain, sebut saja di antaranya Chairil Anwar, Sitor Situmorang, dan Subagyo Sastrowardoyo, puisi-puisi Rendra selain selalu memikat saat dibaca, juga terasa nikmat didengar. Musikalitas puisi-puisi Rendra merupakan akibat langsung dari pemahaman pragmatis Rendra ihwal kesenian yang merupakan medium bagi kesaksian pada kehidupan, termasuk unsur-unsur sosial budaya pembentuknya. Puisi-puisi Rendra memiliki lapisan-lapisan yang menyiratkan adanya pernegosiasian puisi dengan jenis-jenis ekspresi kesenian lain, semisal teater, prosa, dan musik. Negosiasi digelar sekadar untuk mengantisipasi adanya penguasaan bidang-bidang kesenian lain atas puisi. Walhasil, puisi-puisi Rendra selain selalu tampak bertenaga dan penuh warna, juga terdengar sangat melodius. Puisi-puisi Rendra senantiasa setia kepada irama. Dalam arti ini, puisi-puisi Rendra masih memiliki keserupaan corak dengan puisi-puisi Chairil Anwar seperti Derai-derai Cemara...