Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label tradition

Emerson

Setidaknya ada dua pendapat terkait hubungan antara penyair dan tradisi. Pertama, penyair membenci tradisi; penyair adalah sosok yang memiliki kemampuan spesial memahami segala hal berdasarkan perasaan dan intuisinya. Berbekal perasaan dan intuisinya, seorang penyair selalu tak puas dengan realitas kini dan di sini dan oleh sebab itu selalu mengupayakan pembebasan diri dari—dan melampaui—tradisi yang melingkupi dan dianggap mencemarinya. Kedua, penyair dan tradisi saling merawat dan memuliakan; setiap penyair secara otomatis mengambil tempat dalam tradisi yang terus merus berbenah dan berubah. Penyair berkemampuan mengubah tradisi tapi ia tetap merupakan bagian dari tradisi. Kedua pendapat di atas dapat dilacak muasalnya dari dua tokoh besar dalam sejarah kesenian (sastra) Barat; butir pertama bertolak dari gagasan Ralph Waldo Emerson (1803-1882) seperti tercermin dari karangannya, sebuah naskah pidato, “The American Scholar” pada 1837. Sementara itu, butir kedua berangkat dari ...