Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label viral

SUSAN BOYLE, VIRALITAS, DAN PARADIGMA BARU MEDIA

Viral itu virus. Artinya,  viral itu bukan menyerupai virus, viral itu sendiri adalah virus setidaknya kalau dilihat dari akar katanya yang menurut beberapa literatur sama-sama berarti--dalam artinya yang arkhaik dan medik--sebagai penyakit atau wabah.  Apakah virus selamanya merugikan?  Bagi sebagian orang virus   akan dianggap sangat merugikan, misalnya saat  muncul berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus atau  ketika viral sejumlah expose dari warga via medsos tentang berbagai penyimpangan yang dilakukan aparatur negara yang seharusnya melindungi dan mengayomi warga malah membikin repot warga.  Dalam arti di atas, virus, meminjam lirik lagu Slank, bisa seperti  "api yang membakar hatimu" dan bisa "seperti  duri yang melukaimu." Tapi, virus juga bisa memberikan manfaat semisal untuk proses pembuatan vaksin yang berguna bagi  pengobatan pasien, yang sakit karena terinfeksi oleh virus tertentu.   Diskusi tentang virus...

Saat Konten Menjadi Kontan

Sokrates, filsuf yang gemar keluyuran di pasar  dan  berdialog dengan orang-orang yang ditemuinya itu,  pernah berkata , “ hidup yang tidak dikaji adalah hidup yang tidak layak dihidupi.” Seiring perkembangan zaman, pandangan Sokrates sepertinya akan berbunyi  ‘ hidup yang tidak bisa ditonton , adalah hidup yang tidak layak dihidupi. ’ Media sosial berbagi video YouTube dengan sajian audio-visualnya yang bermacam-macam,     membuat   kehidupan     sehari-hari tak lebih dari urusan melihat/dilihat. Lebih jauh,   YouTube     membuat cara berpikir dan bertindak   selalu dalam kerangka   istilah-istilah   ‘prank’, ‘trending’ ‘viral,’ ‘subscribe,’ ‘viewers,’   ‘like/unlike,’ ‘comment,’ dan ‘share.’   Kultur selebritas YouTube dengan berbagai ‘content’ atau muatannya yang menyajikan  kegiatan sehari-hari   orang-orang  biasa, telah  menghadirkan pergeseran-pergeseran   dalam ...