Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label history of western philosophy

MELANGKAH DI RERUNTUHAN BABEL, MEMAHAMI DIMENSI INTERPRETASI MANUSIA

Oleh Adinto Fajar (Alumnus STF Driyarkara Jakarta, pengelola  mabuk kata ) Sumber gambar: www.theost.com Pengantar Di sebuah dataran Marokko, terdengar pekikan senapan memecah kebekuan. Gaungnya berpanjang-panjang menjelajahi tanah-tanah kering dan tandus. Dua anak kecil, Yussef dan Ahmed, menunggu-nunggu apa yang akan terjadi. Selang beberapa detik, peluru yang dibidik ke sebuah bus pariwisata dalam jarak kurang lebih dua ratus meter ternyata mengenai sasaran. Dicekam rasa takut, dua anak itu bergegas mengumpulkan domba-dombanya, pulang. Babel (2006) , sebuah film karya seorang sutradara Mexico – Alejandro Gonzales Iñarritu, memang seperti berkisah tetang peluru. Dari sebutir peluru iseng dua bocah gembala, satu demi satu insiden-insiden tragis terjadi. Terentang di empat negara: Marokko, San Diego hingga Tokyo.  Selengkapnya

MEMAHAMI GUGATAN KIERKEGAARD ATAS YANG PUBLIK

Oleh Ari Wibowo (Mahasiswa Tingkat Akhir Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta) Sören Kierkegaard (1813 - 1855) Pendahuluan             “Kita semua tahu  langkah apa untuk diambil dan langkah-langkah apa saja yang dapat diambil tapi tak seorang pun mengambil langkah-langkah itu.” [1]               Kierkegaard melalui salah satu karyanya The Present Age, [2] menggambarkan apa yang disebutnya kondisi masa kini sebagai sebuah fase sejarah yang dibuka oleh Revolusi Perancis. Masa kini tak dipahami semata sebagai peristiwa sosial politik, melainkan perubahan yang berpengaruh secara mendalam pada setiap lapisan kehidupan dan pemikiran. Fase itu, lugasnya, lebih  memperlihatkan  sebuah metamorfosis yang kelak dituntaskan lewat suatu keutamaan tentang kesadaran diri manusia yang mencapai tingat mayoritas. [3] Perubahan itu tidak hanya mengimplikasikan ...