Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label walter banjamin

Wajah Janus Puisi-Puisi Berto Tukan Tentang Buku Puisi aku mengenangmu dengan pening yang butuh panadol (Bagian Pertama)

Pengantar Banyak hal mengherankan   d i   kehidupan sehari-hari warga   kota, khususnya Jakarta ; orang Jakarta kerap menyebut   mereka   yang baru tiba di Jakarta dari daerah-daerah tertentu di   Jawa Timur, Yogyakarta, dan Jawa Tengah   dengan sebutan   orang Jawa,   padahal, Jakarta sendiri berada di Pulau Jawa.   Di sini Jakarta   terkesan tampil    sebagai bagian   sekaligus bukan bagian dari Pulau Jawa. Contoh   lain,   saat   kondangan   di acara nikahan di beberapa daerah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi,   salah satu kecemasan   yang kerap menghantui   sebagian para tamu undangan adalah kesamaan   gaya busana dan aksesoris yang dipakai   dengan busana yang dipakai tamu undangan lain.   Di acara pernikahan, tetamu    biasanya selalu ingin tampil beda, rapi,   dan modern, dalam arti mengenakan busana dan aksesoris yang tak ket...

Tangis Hermann Cohen

Barangsiapa meragukan arti penting seorang bernama Immanuel Kant (hidup antara 1724 - 1804) dalam khazanah pemikiran Barat modern, sesungguhnya ia belum belajar filsafat Barat secara kaffah. Sungguh. Ini bukan klaim kosong. Posisi Kant dalam sejarah filsafat barangkali setara dengan kedudukan Imam Ghazali sang "Hujjatul Islam" yang amat mahsyur dalam tradisi pemikiran Islam. Kant adalah figur yang mau dan mampu mendamaikan dua kutub sama kuat dalam sejarah gagasan, utamanya tentang persoalan dari mana sebenarnya sumber pengetahuan kita; apakah murni bersumber dari akal budi atau dari pengalaman belaka. Nah, eyang Immanuel Kant ini secara mengesankan berhasil menyelaraskan dua kutub itu sambil teriak-teriak "beranilah berpikir sendiri, gaes!" Salah seorang pemeluk teguh ajaran Kant bernama Hermann Cohen (1842-1918). Doi tidak hanya ngajar di salah satu kampus terkemuka di Jerman tepatnya di Universitas Marburg tapi ia juga menduduki posisi sangat strategi...