Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Ketegangan antara Strategi dan Taktik dalam Mudik

Kehadiran massa dalam jumlah yang sangat akbar    tak pernah dibiarkan berlalu begitu saja oleh pihak-pihak tertentu termasuk   para politisi dan para pemilik modal dan juga lainnya. Pada mulanya, pulang kampung mungkin suatu tindakan   “biasa-biasa” saja; seseorang yang mencari nafkah di kota, untuk sementara waktu merasa perlu   pulang ke daerah asal, melepas rindu pada   keluarga dan syukur-syukur, dari hasil   kerja keras di kota itu, bisa berbagi rezeki dengan keluarga di kampungnya. Kebetulan, periode libur yang   cukup lama hanya terdapat di sekitaran hari raya Idul Fitri. Maka, jadilah pulang kampung paling sering dilakukan menjelang hari raya, tepat di hari raya dan   beberapa hari setelahnya. Dari ranah yang sangat populer kita temukan lagu Selamat Hari Lebaran   dari tahun 50an yang   ternyata di lirik lagu tersebut tak sekalipun menyebut kata pulang kampung alias mudik     di dalamnya. Pada bagian-bagia...

Gus Dur dan Gejala Mendadak Islami

(Kompas, 19/12/2019) Sepak terjang generasi muda Islam dewasa ini  memerlihatkan gejala keberagamaan  yang unik. Percakapan antar mereka yang terrekam di ruang publik, utamanya  di media sosial, tak jauh dari persoalan  pemilahan tegas,  seringkali beringas,  antara “golongan kita” dan “golongan mereka.” Menariknya, jauh-jauh hari KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang wafat pada 30 Desember 2009 silam, memiliki pandangan tersendiri atas fenomena tersebut. Gairah besar generasi muda mendalami Islam  dan berkegiatan dengan menonjolkan tema-tema keislaman  tercermin dari membludaknya jumlah audiens,  baik untuk sebuah tayangan video yang menghadirkan penceramah tertentu  di jejaring sosial youtube, maupun di  tabligh-tabligh akbar di lapangan terbuka. Semangat besar ini   berbanding lurus dengan meriahnya jargon-jargon kearab-araban, yang seakan-akan  mencerminkan  nilai-nilai keislaman termasu...