Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Buku

Cinta Mati Cholish dan Omi

Nurcholis Madjid  alias Cak Nur, salah seorang intelektual muslim paling terkemuka Indonesia yang  wafat pada 29 Agustus 2005  karen penyakit sirosis atau kanker hati itu, biasa memanggil Omi pada istri tercintanya Omi Komaria Madjid. Cholish adalah panggilan untuk Cak Nur saat ia masih remaja. Membaca  buku Hidupku Bersama Cak Nur, Catatan Omi Komaria Madjid   (Nurcholish Madjid Society; 2015) adalah membaca kisah cinta dan kesetiaan dalam artiannya yang sangat menyeluruh  mencakup cinta   seorang pria pada wanita, cinta dan bakti anak pada kedua orang tua, cinta pada sesama manusia, cinta pada agama, hingga cinta pada tanah air. Tapi, buku ini tak melulu  bertutur tentang cinta. Buku ini  juga menghadirkan  percikan pemikiran Cak Nur yang lekat dengan gagasan-gagasan besar seputar keislaman, kemodernan, dan terutama adalah keindonesiaa. Di halaman 59 – 60  misalnya, Omi terkenang  sepucuk surat cinta dari Cak Nu...

Bermain dengan Blues Rendra (Kompas 26/09/2010)

WS Rendra (1935-2009) adalah salah satu seniman paling sempurna dalam khazanah kesenian Indonesia. Kreativitas Rendra tampak ketika ia dengan berani melompati pagar definisi stanza dan blues. Kesempurnaan Rendra tecermin dalam tiga buku yang diterbitkan setelah ia wafat dan didedikasikan kepadanya. Pertama, Rendra: Ia Tak Pernah Pergi (Penerbit Buku Kompas, 2009); kedua, Rendra Berpulang (Burung Merak Press, 2009); dan ketiga, Stanza dan Blues. Buku ketiga ini berisi puisi-puisi yang diambil-pilih dari dua buku puisi Rendra, Empat Kumpulan Sajak (Pustaka Jaya, 1961) dan Blues untuk Bonnie (Pustaka Jaya, 1971). Rendra: Ia Tak Pernah Pergi adalah kumpulan tulisan tokoh-tokoh yang secara intensif mengamati kiprah Rendra dari awal hingga akhir kehidupannya, baik sebagai penyair, bintang film, dramawan, maupun sebagai kritikus sosial; Rendra Berpulang menghimpun tulisan para tokoh dan berita dari sejumlah media massa, dalam dan luar negeri, terkait kepulangan Rendra ke pangkuan ila...