Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerpen

Gila Agama dalam Cerpen-cerpen Alexander Aur

”Saya juga tidak mau menjual Tuhan. Cukup jadi orang biasa saja dan mengimani Tuhan dengan cara yang biasa-biasa saja.” Alexander Aur (FB) Mukadimah Kutipan di atas merupakan penggalan dari cerpen Alexander Aur   Para Penjual Tuhan ( PPT ). Cerpen ini  mengisahkan Maria Goreti, Paulus, dan seorang suster Katolik yang larut dalam  kebiasaan  saling kirim SMS berisi nasihat keagamaan dari pengirim pertama yang misterius.  Pesan singkat itu biasanya disertai  ancaman, kadang  juga iming-iming hadiah, bila si penerima meneruskan ( forward ) atau tak meneruskan isi pesan  ke sejumlah orang seperti perintah isi pesan. PPT tak hanya menceritakan  kebiasaan saling berkirim pesan pendek ”suci” yang pernah populer di 2012-an, sebelum berganti menjadi model SMS penipuan ”mama minta pulsa,” tapi juga menyoroti penggunaan lagu-lagu rohani dari penyanyi dari label rekaman tertentu sebagai nada sambung, seperti kebiasaan dua tokoh cerpe...

Hamsad Rangkuti dan Dua Cerpennya

Hamsad Rangkuti adalah salah satu penulis cerita pendek terbaik dan otentik. Ia, satu dari sedikit cerpenis kita yang mau dan mampu merumuskan pertanggungjawaban kepengarangannya secara cerdas dan tangkas. Ia cuplik satu fragmen kecil tentang dan dari  kehidupan sehari-hari lalu menuangkannya dalam sebuah Cerpen yang mengesankan. Cerpennya relatif tak berurusan dengan perkara-perkara besar dalam peta besar pemikiran misal menyangkut ideologi besar, pertentangan adat, kesamaan hak, atau lainnya.  Tapi, kendati demikian di balik cerpen-cerpennya yang sederhana tersirat begitu banyak suara, membuka peluang aneka tafsir. "Malam Takbir" (1993), "Reuni" (1994) keduanya di dalam buku "Kurma, Kumpulan Cerpen Puasa-Lebaran Kompas" (Kompas:2002) adalah Cerita pendek yang unik. Secara teknik keduanya bisa dibaca sendiri-sendiri tapi dapat pula dinikmati sebagai sebuah kesinambungan, semacam dwilogi. Berlatar hari-hari terakhir ramadan kedua Cerpen bertut...

KUTUKAN ADAT DARI TIGA CERITA

Tiga cerita pendek, Tambo Kuno dalam Lemari Tua dari Muhammad Harya Ramdhoni (dalam Kitab Hikayat Orang-orang yang Berjalan di Atas Air , Penerbit Koekoesan, 2012), Kode dari Langit dari Dian Balqis (dalam Maaf …Kupinjam Suamimu Semalam , Kiblat Managemen, 2012) dan Mengawini Ibu dari Khrisna Pabichara (dalam Gadis Pakarena , Penerbit Dolphin, 2012) mengemukakan suatu tema serupa: kutukan adat! Ketiga cerpen, dengan berbagai pengucapan khas masing-masing pengarang Ramdhoni yang memadukan hikayat dengan cerita pendek, Balqis dengan style sastra perkotaan, dan Pabichara dengan model penceritaan lazimnya cerpen-cerpen populer di koran-koran, serentak melakukan persekutuan diam-diam melakukan penilaian atas adat. Ketiga cerpen mengedepankan aktualitas adat dan pada saat bersamaan mengemukakan suatu ironi pada setiap usaha menentang dominasi adat. Begini ceritanya. Tambo Kuno Mencatat Barbarisme Sampul Buku Kitab Hikayat Tambo Kuno dalam Lemari Tua (disingkat Tambo) adala...