Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label majalengka

Mencintai Kampung Halaman Melalui KH. Thobroni AG

H. Thobroni AG Saya lebih dulu mengenal namanya, ketimbang wujudnya. Nama beliau, H. Thobroni AG, atau Mang Thob sapaan akrabnya, selalu disebut-sebut di setiap percakapan antar kakak-kakak senior mahasiswa asal desa Bantarwaru, Ligung, Majalengka, yang sedang menempuh pendidikan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta termasuk di antaranya ialah Mang Muslih Aziz, Mang Atho Rahman (almarhum), teh Yayan Rohayani, dan kaka saya sendiri, Susilawati.  Dari setiap percakapan yang melibatkan nama Mang Thob, tersirat kesan sangat kuat  bahwa Mang Thob adalah figur yang selalu hadir di tengah-tengah kehidupan kakak-kakak senior yang sedang berjuang di perantauan, jauh dari kampung halaman, mengejar cita-cita dengan berkuliah. Mang Thob, sejauh yang saya dengar dari cerita-cerita para senior, selalu membantu kakak-kakak angkatan saya di UIN Syarif Hidyatullah itu, ketika kesusahan ekonomi, baik untuk uang perkuliahan maupun untuk keperluan sehari-hari. Mang Thob pun dengan sigap mencarikan...

Mengenang Jurnalis dan Novelis Majalengka Kang Ato

Kang Ato (paling kiri) Minggu 7 Oktober 2018, saya bertemu Kang Ato (Atho al Rahman) di ruangan HCU Rumah Sakit Siloam Karawaci; Kang Ato menjalani perawatan intensif di situ karena, kalau tidak salah menurut  keterangan keluarga,  ia menderita tumor. Pertemuan  dan percakapan saya dengan Kang Ato, yang ditemani istrinya, berlangsung sangat singkat, mungkin kurang dari lima menitan. Tapi, dari pertemuan sesingkat itu saya menangkap kesan, betapa Kang Ato sedang berusaha sekuat tenaga melawan rasa nyeri  yang teramat sangat. "Adoh pisan kang, Siloam." (Jauh banget kang, Siloam) Tanya saya membuka percakapan. "Iya, doy." Jawab Kang Ato dengan suara lemah, setelah cukup lama terdiam kerena kesulitan bernafas. Dalam hati saya bersyukur Kang Ato masih bisa mengenali saya. Ruang perawatan yang sangat terang membuat saya bisa melihat ke wajah Kang Ato yang  terlihat pucat tapi tetap berusaha menampilkan senyum ramah; sebuah kebiasaan Kang Ato saa...