Sekumpulan puisi dalam 77 Sajak Tirakat mengingatkan saya pada puisi-puisi dari para penyair meditatif yang pernah sangat berpengaruh dalam jagat perpuisian Indonesia pada periode 70-an seperti Sutardji Calzhoum Bachri, Danarto, dan terutama sekali almarhum Hamid Jabbar. Penyair yang saya sebut terakhir kebetulan saya saksikan sendiri peristiwa wafatnya yakni saat beliau membacakan puisi sambil diiringi alunan musik blues di salah satu pelataran kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta penghujung Mei 2004.
Arsip tulisan Khudori Husnan