Membaca tulisan saya sendiri di status sebelum ini, yang omong tentang gajah, saya ko masih penasaran ya kayak masih ada yang ngegantung gitu. Baik saya lanjutkan dengan bagian kedua deh. Perbedaan titik tolak dan cara pandang dalam mengamati sesuatu mengakibatkan perbedaan pengetahuan, pemahaman dan atau pengertian; ini persoalan yang dihadapi keenam orang buta yang terlibat rusuh karena masing-masing punya klaim sendiri-sendiri tentang gajah. Tapi, ternyata, bukan hanya orang buta loh yang memiliki masalah seperti di atas. Orang dengan panca indra sempurna pun tak luput dari problem tersebut. Penyanyi Tulus, seperti telah saya sebut di tulisan sebelum ini, juga berlaku masalah itu. Bukankah yang disebut Tulus dengan gajah adalah hewan besar, cerdas, setia kawan, punya ingatan kuat, tak bisa lompat tapi bisa berenang tak lebih dari, katakan, sifat-sifat gajah? Arti, hakikat, atau gajah pada dirinya sendiri sama sekali tak disinggung Tulus. Mengapa bisa demikian? Manusi...
Arsip tulisan Khudori Husnan