Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label jakarta

Flâneur Melayu

Chairil Anwar Dirimu pernah ke Pasar Baru, Jakarta Pusat? Aneka barang dijual di sana loh , dari mulai alat musik, sepatu merk China yang legendaris, permadani, rupa-rupa busana, lensa kamera, alat kecantikan, batu akik dan lain sebagainya. Para pedangangnya juga macam-macam ada orang Betawi, Padang, keturunan Tionghoa, Arab, dan entah dari mana lagi. Bagi yang pernah ke Pasar Baru pasti paham dengan model bangunannya yang sangat menarik. Bangunan Pasar Baru jauh berbeda dengan pasar-pasar lain yang juga ada di Jakarta misalnya saja Pasar Rumput, Pasar Senen, Pasar Minggu, Pasar Kramatjati, Pasar Rebo, Pasar Mencos, apalagi Pasar Ciplak Pedurenan Masjid yang terancam tinggal nama. Bangunan Pasar Baru dari mulai pintu masuk utama sampai ujung pasar, dibuat melengkung hingga menghubungkan sisi kanan dan sisi kiri pasar yang di bawahnya dipakai para pedagang untuk memajang rupa-rupa dagangan. Dengan model bangunan melengkung, para pengunjung seolah sedang berada di dalam lorong...

MALAM MAGIS DI REBOAN

W.S Rendra (ist) Puluhan orang, dari berbagai latar belakang, kebanyakan pelaku dan penikmat seni,   Rabu 29 Mei 2013 menyesaki Warung Apresiasi (Wapres) Bulungan Blok M Jakarta Selatan. Di hari itu   komunitas Sastra Reboan menghelat acara peluncuran buku kumpulan puisi almarhum W.S Rendra “doa untuk anak cucu” (Penerbit Bentang, 2013).   Rangkaian a cara tak hanya berisi pembacaan puisi, musikalisasi puisi, serta senandung tembang tapi juga bincang buku yang menghadirkan Ken Zuraida, istri almarhum Rendra, sebagai salah seorang nara sumber. Dipandu penyair Setiyo Bardono dan musikus Brandjangan acara dibuka setelah Zay Lawanglangit selaku ketua komunitas Sastra Reboan memberi kata sambutan. Usai Zay Lawanglangit memberi sambutan susul-menyusul mata acara digelar. Laila Uliel maju pertama membaca puisi. Gadis berkerudung itu sukses membawakan puisi Rendra yang bait pertamanya berbunyi Hujan lebat turun di hulu subur/ disertai angin gemuruh/ yang ...

SAJAK TIRAKAT DAN KERLIP PUISI: KUASA KOTA DAN PEREMPUAN JAGOAN

  Puisi-puisi dalam Sajak-sajak Tirakat (Pasar Malam Production, 2011) dan yang terhimpun dalam Kerlip Puisi Gebyar Cerpen Detak Nadi Sastra Reboan(disingkat Kerlip Puisi, Pasar Malam Production, 2011) memperlihatkan bagaimana kota dengan segenap kompleksitasnya tercitrakan pada puisi. Dari kedua buku tersebut pula, melalui suatu tilikan mikroskopik mengesankan dari para penyairnya, diketahui dimensi interior realitas urban yang meski memiliki ciri penguasaan juga mengisyaratkan suatu janji pembebasan. Baca selengkapnya