Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Walter Benjamin

"Philoselfie"

Saat selfie (swafoto), orang biasanya hanya memotret bagian paling unik serta menarik dari dirinya dan ogah menjepret bagian-bagian yang menurutnya buruk dan memalukan hingga tak layak dibagikan pada orang lain. Sampai saat ini jarang saya lihat foto selfie orang saat ia sedang menghayati ngupil atau menguap dengan mulut menganga maksimal. Belum pernah juga saya lihat pose selfie orang saat menikmati aksi bersih-bersih sisa makanan yang nyangkut di sela-sela gigi. Begitulah pemirsa.   Apa-apa saja yang dipotret lalu dibagikan,  itulah yang disebut sebagai citra, sedangkan tindakan terus menerus memotret bagian paling menarik dari diri untuk kemudian secara sadar dibagikan ke orang lain disebut pencitraan. Pembelahan citra dan pencitraan menyiratkan pertanyaan, dari citra yang tertangkap oleh mata, manakah yang paling mewakili karakter "ori" seseorang yang gemar berswafoto? Bermasalahkah kejiwaan orang yang setiap saat beraksi selfie? Sebentar....

Akhir cinta Dora dan Walter Benjamin

Dora & Walter Benjamin (courtesy:www.whokilledwalterbenjamin.com) Sudah bukan rahasia lagi, setiap tokoh bepengaruh entah itu di bidang pemikiran, aktivisme sosial, bisnis pertunjukan, atau lainnya kehidupan di balik layar si tokoh kerap menyimpan kisah mengejutkan, seperti dialami oleh tokoh kita kali ini: Walter Benjamin. Seperti diceritakan oleh salah seorang sahabat dekatnya yang bernama Gershom Scholem, pada April 1921 rumah tangga Benjamin dan sang istri Dora Pollack mencapai tahap paling gawat m enjelang perpisahan mereka. Sampai 1923 Benjamin dan Dora sebenarnya hidup bersama tapi, kebersamaan itu hanya demi anak semata wayang mereka yang bernama Stefan. Rentang waktu sekitar dua tahun itu, status Dora dan Benjamin lebih sebagai teman dan mereka sepakat tidur terpisah. Pisah ranjang dalam arti yang harafiah barangkali. Lantas, kenapa Dora sampai meninggalkan Walter Benjamin? Sekali waktu Dora mengunjungi Gershom Scholem di Munich sambil menggandeng gebetan...

WIRID ANGIN:KEMESRAAN PUISI DAN INGATAN

Ingatan dan kenangan termasuk yang menjadi inti keprihatinan pemikir dan penyair. Para pemikir menjadikan ingatan sebagai pusat refleksi terkait kedudukannya sebagai sumber dan dasar pengetahuan sementara para penyair menjadikan kenangan sebagai penopang utama daya cipta. Puisi Doa dari Chairil Anwar termasuk puisi awal bagaimana ingatan berperan sentral dalam penciptaan puisi:“ //Tuhanku/Dalam termangu/Aku masih menyebut namamu/Biar susah sungguh/mengingat Kau penuh seluruh/cayaMu panas suci/tinggal kerdip lilin di kelam sunyi/Tuhanku aku hilang bentuk remuk/Tuhanku aku mengembara di negeri asing/Tuhanku di pintuMu aku mengetuk aku tidak bisa berpaling// ” Ingatan dalam puisi doa adalah jenis ingatan personal yang dapat menjelma menjadi ingatan kolektif. Pasalnya, hubungan pencipta dan ciptaan yang diperantarai oleh doa termasuk kesadaran dan laku personal yang bersifat umum. Puisi doa merekonstruksi ingatan seorang bernama Chairil Anwar yang terasing, kesepian, dan terus-m...