Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label part

Flâneur Melayu Part III

//Cari ilham di kafe dan mengembara ke Eropa/menulisnya bertahun-tahun di rumah mertua/dan belum tentu ada orang sudi membelinya// (Binhad Nurrohmat, Proses Kreatif) Rendra Rendra, sahabat. Untuk dirimu sebaris nama itu mungkin tak bermakna apa-apa kecuali enak dibaca dan didengar. Terkesan “macho,” toh? Bagi dirimu nama Rendra mungkin lebih mengingatkan pada nama anak dari pasangan selebriti papah dan mamah muda Dude Harlino dan Alyssa Soebandono yang juga memiliki nama panggilan Rendra. Sungguh sesuatu. Tapi, bagi yang terbiasa serius, atau pura-pura serius, dengan dunia kesenian khusunya teater dan puisi, Rendra lebih dari sekadar nama. Ia nyaris telah menjadi sebuah peristiwa budaya dalam artian namanya selalu dikutip dan disebut dalam setiap perbincangan tentang kesenian dalam arti seluas-luasnya. Sensasi nyaris sama akan mudah kita sua saat mendengar atau membaca sebaris nama ini; Pram. Mereka yang terbiasa mendengar dan membaca dua nama “keramat” Rendra dan Pr...