Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kartodikromo

Flâneur Melayu Part IV (Melipat Kota dalam Kata-kata Perlawanan)

Mas Marco Inilah catatan yang saya janjikan, Melipat Kota dalam Kata-kata Perlawanan . Agar lebih mendekati apa yang saya maksudkan, pada judul yang terdengar ambisius dan bombastis ini kata “kata-kata” saya ubah menjadi “sajak-sajak.” Kata sajak, dan bukan puisi, saya pilih karena alasan sederhana sajak terkesan lebih bersahaja, klasik, dan menyiratkan sebuah ajakan bila dibandingkan dengan puisi yang sekarang kedengarannya koq lebih manja dan ganjen. Jangan tersinggung ya, Puisi. Catatan ini menjadi episode keempat dari catatan-catatan saya sebelumnya. Sengaja saya pakai istilah episode dengan harapan jumlah episode catatan-catatan saya mampu bersaing dengan jumlah episode Uttaran drama seri asal India yang bisa bikin ibu-ibu kesurupan secara terstruktur, sistematis dan massif jika sedang menyaksikan itu drama seri. ”Melipat Kota dalam Sajak-sajak Perlawanan” artinya menjadikan segala hal yang ada di kota sebagai pokok perkara sajak. Sajak perlawanan sendiri di mata saya ber...