Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Dangdut

Via Vallen dan Etika Jawa

Pulang dari mengantar orang tua ke Rumah Sakit untuk cek kesehatan, saya mampir ke Warteg. Hari masih pagi kala itu. Lalu lalang kendaraan lagi  berisik-berisiknya.  Tuntas dengan urusan pesan memesan menu makanan, saya mulai khusyu menyantap makanan yang tersaji; telor dadar, tumis kacang panjang, dan oreg. Nasi setengah, minumnya teh tawar hangat bertabur senyum manis si mbak yang singset. Warteg tak terlalu ramai, di sela-sela melayani pembeli si mbak nyambi mengepel lantai. Aroma pembersih lantai yang disiram si mbak, merangsak masuk lobang hidung.  Si mbak asyik ngepel sambil berdendang mengikuti irama lagu yang mengalun dari alat pemutar VCD. Tentu saja ia menyanyikan lagu dangdut; //Sayang... Opo kowe krungu  jerite atiku... Mengharap engkau kembali...// Sayang nganti memutih rambutku// Ra bakal luntur tresnaku// Daya hafal si mbak dalam bernyanyi layak dipuji. Tak hanya hafal lirik lagu, si mba juga fasih dengan gaya "hip-hop" yang mendadak hadir d...