Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label love

Pria-pria di Sekitar Lou Andreas-Salomé

Lou Andreas-Salome (credit image www.brainpickings.com) Di balik kecemerlangan pemikiran Barat kontemporer, selalu terselip kisah-kisah yang bikin hati deg-degan, sebut saja cerita tentang cinta terlarang Martin Heidegger dan Hannah Arendt atau kisah Lou Andreas-SalomĂ© dengan petualangan asmaranya berikut ini. Kecantikan dan kecerdasan Lou Andreas-SalomĂ© sukses memikat tokoh-tokoh berpengaruh di Eropa akhir abad ke-19. Siapa saja mereka? Nanti pembaca akan tahu. Lou ini tipikal wanita yang punya daya tarik luar biasa tapi tidak mudah ditaklukan. Hidup Lou nyaris selalu diisi narasi penolakan demi penolakan pernyataan cinta dan ajakan menikah pria-pria cerdas di masanya. Lou yang elok dan atraktif dengan wawasan dan pergaulannya yang luas pernah ditampilkan lewat sebuah film berjudul "When Nietzsche Wept (2007)". Lou diperankan oleh aktris cantik Katheryn Winnick. Tidak terlalu bagus tapi lumayanlah. Pengembaraan asmara Lou seperti dirangkum di  www.faena.com  ...

Filsafat Belanja

Belanja telah menjadi semangat zaman. Belanja tak hanya telah menjadi gaya hidup tapi lebih dari pada itu belanja adalah pilihan hidup. Tanpa pernah sekalipun berbelanja, kehidupan seseorang kemungkinan besar akan dicap sebagai terbelakang.  Di mana pun dan kapan pun kegiatan belanja akan dengan mudah kita sua. Di pinggir jalan, di pasar-pasar  tradisional, di  pertokoan, di  dunia maya, di mall-mall, dan masih banyak lagi.   source:medievalmagic Sebagian kalangan menilai aktivitas berbelanja   adalah   contoh terbaik dari gaya hidup hedonis dan materialistis. Selain itu, karena sebagian pelaku belanja berjenis kelamin perempuan, belanja juga kerap dituding sebagai perilaku yang memertahankan ketidakadilan jender. Menarik bahwa seiring kian gencarnya tanggapan sinis pada belanja orang-orang  justru terlihat kian militan saja dalam berbelanja baik untuk memenuhi kebutuhan primer, sekunder, maupun tertier masing-masing. Atas dasar ini,...

FILM OPERA 'TURANDOT'

Oleh: Rangga L. Utomo (Mahasiswa Pascasarjana STF Driyarkara) sumber gambar: amazon “Tanpa keutamaan, teror itu membinasakan; tanpa teror, keutamaan itu tak berdaya.” [Robespierre. Laporan kepada sidang dewan, 5 Februari 1794] Turandot adalah opera tiga babak karangan Giacomo Puccini, ditujukan pada libretto Italia Giussepe Adami dan Renato Simoni, didasarkan pada naskah drama karangan Carlo Gozzi. Pengerjaan opera ini tidak dirampungkan oleh Puccini yang keburu meninggal terkena kanker tenggorokan dan pengerjaan naskah tersebut diteruskan oleh Franco Alfano. Pergelaran perdananya ditampilkan di Teatro alla Scalla, Milan tanggal 25 April 1926, dikonduktori oleh Arturo Toscanini.  Selengkapnya