Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label adat

Menyadari Adat di Indonesia (Bag. II)

Indonesia, tercatat memiliki sekitar 472 kelompok etnis (termasuk kelompok-kelompok sub-etnis di dalamnya). [1] Rasanya, tidak ada bangsa manapun yang memiliki kelompok etnis sebegitu besar selain Indonesia. Setiap kelompok etnis (bersama dengan kelompok sub-etnisnya) memiliki kultur dan peradaban masing-masing. Meski berbeda, setiap kultur dan peradaban oleh orang Indonesia biasa disebut sebagai ‘ adat ’. [2] “Adat” menjadi kata yang menghimpun secara longgar seluruh kultur dan peradaban yang berlainan dari semua suku pribumi di Indonesia di bawah satu payung. [3] Namun, kita tak bisa mengelak, begitu banyak pihak yang salah menilai bahkan sangat membenci adat. [4] Akar kebencian terhadap adat sesungguhnya sederhana, yakni karena mereka hanya menggunakan pikiran alias keakuan di dalam memahami adat. [5] Padahal, jika pendekatan terhadap adat menggunakan hati, dipastikan pemahaman mengenai adat akan ditempatkan secara bijaksana. Mestinya, pendekatan yang dilakukan bukan ha...

Menyadari Adat di Indonesia (Bag. I) Bachwar Abdullah

Bachwar Abdullah, menghabiskan nyaris separuh usianya untuk melakukan pengamatan mendalam dan terlibat atas apa yang dikenal luas dengan tradisi leb i h khususnya adat. Pada masa-masa pengamatan nya itu tercatat dia sempat  menimba ilmu di beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta,dan The Isla mic College for Advanced Studies (ICAS) Jakarta. Pria yang pernah akrab dengan sapaan Wong Dzolim ini  adalah pendiri dan ketu a dari Komunitas Suwung Ciracas Jakarta, sebuah komunitas  yang menekankan laku perenungan mendalam tentang Tu han, alam , dan kemanusiaan. Tulisan panjang yang akan Anda baca berikut  adalah risalah yang pernah dib acakannya di Sastra Reboan Warung Apresiasi Bulungan Jakarta 30 Januari 2013 berbarengan dengan acara peluncuran buku kumpulan puisi "Cinta Gugat" yang dihadiri puluhan penyair dan pekerja seni lain. Sebuah risalah yang menyiratkan posisi kecendikiawanannya sebagai...