Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ulasan

Wajah Janus Puisi-Puisi Berto Tukan Tentang Buku Puisi aku mengenangmu dengan pening yang butuh panadol (Bagian Pertama)

Pengantar Banyak hal mengherankan   d i   kehidupan sehari-hari warga   kota, khususnya Jakarta ; orang Jakarta kerap menyebut   mereka   yang baru tiba di Jakarta dari daerah-daerah tertentu di   Jawa Timur, Yogyakarta, dan Jawa Tengah   dengan sebutan   orang Jawa,   padahal, Jakarta sendiri berada di Pulau Jawa.   Di sini Jakarta   terkesan tampil    sebagai bagian   sekaligus bukan bagian dari Pulau Jawa. Contoh   lain,   saat   kondangan   di acara nikahan di beberapa daerah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi,   salah satu kecemasan   yang kerap menghantui   sebagian para tamu undangan adalah kesamaan   gaya busana dan aksesoris yang dipakai   dengan busana yang dipakai tamu undangan lain.   Di acara pernikahan, tetamu    biasanya selalu ingin tampil beda, rapi,   dan modern, dalam arti mengenakan busana dan aksesoris yang tak ket...

Gila Agama dalam Cerpen-cerpen Alexander Aur

”Saya juga tidak mau menjual Tuhan. Cukup jadi orang biasa saja dan mengimani Tuhan dengan cara yang biasa-biasa saja.” Alexander Aur (FB) Mukadimah Kutipan di atas merupakan penggalan dari cerpen Alexander Aur   Para Penjual Tuhan ( PPT ). Cerpen ini  mengisahkan Maria Goreti, Paulus, dan seorang suster Katolik yang larut dalam  kebiasaan  saling kirim SMS berisi nasihat keagamaan dari pengirim pertama yang misterius.  Pesan singkat itu biasanya disertai  ancaman, kadang  juga iming-iming hadiah, bila si penerima meneruskan ( forward ) atau tak meneruskan isi pesan  ke sejumlah orang seperti perintah isi pesan. PPT tak hanya menceritakan  kebiasaan saling berkirim pesan pendek ”suci” yang pernah populer di 2012-an, sebelum berganti menjadi model SMS penipuan ”mama minta pulsa,” tapi juga menyoroti penggunaan lagu-lagu rohani dari penyanyi dari label rekaman tertentu sebagai nada sambung, seperti kebiasaan dua tokoh cerpe...

Cinta Mati Cholish dan Omi

Nurcholis Madjid  alias Cak Nur, salah seorang intelektual muslim paling terkemuka Indonesia yang  wafat pada 29 Agustus 2005  karen penyakit sirosis atau kanker hati itu, biasa memanggil Omi pada istri tercintanya Omi Komaria Madjid. Cholish adalah panggilan untuk Cak Nur saat ia masih remaja. Membaca  buku Hidupku Bersama Cak Nur, Catatan Omi Komaria Madjid   (Nurcholish Madjid Society; 2015) adalah membaca kisah cinta dan kesetiaan dalam artiannya yang sangat menyeluruh  mencakup cinta   seorang pria pada wanita, cinta dan bakti anak pada kedua orang tua, cinta pada sesama manusia, cinta pada agama, hingga cinta pada tanah air. Tapi, buku ini tak melulu  bertutur tentang cinta. Buku ini  juga menghadirkan  percikan pemikiran Cak Nur yang lekat dengan gagasan-gagasan besar seputar keislaman, kemodernan, dan terutama adalah keindonesiaa. Di halaman 59 – 60  misalnya, Omi terkenang  sepucuk surat cinta dari Cak Nu...