Langsung ke konten utama

Tubuh Pelukis dan Tubuh Dunia



Kata mbah Maurice Merleau-Ponty pelukis selalu berkarya dengan mata dan tangannya. Realitas dunia baik yang ada di dalam maupun di luar dirinya, ia goreskan ulang dalam wujud garis dan warna.
Segala hal di dunia, yang sebelumnya tak tampak, menjadi terlihat jelas lewat kreasi pelukis.
Pelukis tak semata membuka diri pada dunia sekeliling tapi ia sekaligus menggumulinya, lantas secara kreatif menuangkan hasil-hasil pergumulan dan persentuhan langsungnya dengan dunia menjadi sebuah karya yang nota bene adalah perluasan momen kebertubuhannya di dunia.
Intinya, kalau mau menyaksikan penampakan dunia terkini lihatlah karya-karya pelukis paling mutakhir. Anjaaay! Thx Imam foto jaman oldnya.
Kata mbah Maurice Merleau-Ponty pelukis selalu berkarya dengan mata dan tangannya. Realitas dunia baik yang ada di dalam maupun di luar dirinya, ia goreskan ulang dalam wujud garis dan warna.
Segala hal di dunia, yang sebelumnya tak tampak, menjadi terlihat jelas lewat kreasi pelukis.
Pelukis tak semata membuka diri pada dunia sekeliling tapi ia sekaligus menggumulinya, lantas secara kreatif menuangkan hasil-hasil pergumulan dan persentuhan langsungnya dengan dunia menjadi sebuah karya yang nota bene adalah perluasan momen kebertubuhannya di dunia.
Intinya, kalau mau menyaksikan penampakan dunia terkini lihatlah karya-karya pelukis paling mutakhir. Anjaaay!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MERENTANG SAJAK MADURA-JERMAN; CERITA KYAI FAIZI MENAKLUKAN JERMAN

Siapa Kyai Faizi? Ia seorang penyair. Tak cuma itu ia selain menguasai instrumen bass, disebut basis, juga ahli bis, orang dengan kemampuan membaca dan menuliskan kembali segala hal tentang bis seperti susunan tempat duduk, plat nomor, perilaku sopir berikut manuver-manuver yang dilakukan, ruangan, rangka mesin, hingga kekuatan dan kelemahan merk bis tertentu. Terakhir, ia seorang kyai pengasuh pondok pesantren dengan ribuan santri. Ia juga suka mendengarkan lagu-lagu Turki. Pria ramping nan bersahaja ini lahir di desa Guluk-Guluk, Sumenep, Madura. Sebagai penyair ia  telah membukukan syair-syairnya dalam bunga rampai Tuah Tara No Ate (Temu Sastrawan ke-IV, 2011); kumpulan puisi Delapanbelas Plus (Diva Press, 2007); Sareyang (Pustaka Jaya, 2005); Permaisuri Malamku (Diva Press, 2011) yang terbaru adalah Merentang Sajak Madura-Jerman Sebuah Catatan Perjalanan ke Berlin (Komodo Books, 2012).   Buku disebut terakhir merekam kesan-kesan Kyai Faizi  atas berbagai ...

SAJAK TIRAKAT DAN KERLIP PUISI: KUASA KOTA DAN PEREMPUAN JAGOAN

  Puisi-puisi dalam Sajak-sajak Tirakat (Pasar Malam Production, 2011) dan yang terhimpun dalam Kerlip Puisi Gebyar Cerpen Detak Nadi Sastra Reboan(disingkat Kerlip Puisi, Pasar Malam Production, 2011) memperlihatkan bagaimana kota dengan segenap kompleksitasnya tercitrakan pada puisi. Dari kedua buku tersebut pula, melalui suatu tilikan mikroskopik mengesankan dari para penyairnya, diketahui dimensi interior realitas urban yang meski memiliki ciri penguasaan juga mengisyaratkan suatu janji pembebasan. Baca selengkapnya

Hamsad Rangkuti dan Dua Cerpennya

Hamsad Rangkuti adalah salah satu penulis cerita pendek terbaik dan otentik. Ia, satu dari sedikit cerpenis kita yang mau dan mampu merumuskan pertanggungjawaban kepengarangannya secara cerdas dan tangkas. Ia cuplik satu fragmen kecil tentang dan dari  kehidupan sehari-hari lalu menuangkannya dalam sebuah Cerpen yang mengesankan. Cerpennya relatif tak berurusan dengan perkara-perkara besar dalam peta besar pemikiran misal menyangkut ideologi besar, pertentangan adat, kesamaan hak, atau lainnya.  Tapi, kendati demikian di balik cerpen-cerpennya yang sederhana tersirat begitu banyak suara, membuka peluang aneka tafsir. "Malam Takbir" (1993), "Reuni" (1994) keduanya di dalam buku "Kurma, Kumpulan Cerpen Puasa-Lebaran Kompas" (Kompas:2002) adalah Cerita pendek yang unik. Secara teknik keduanya bisa dibaca sendiri-sendiri tapi dapat pula dinikmati sebagai sebuah kesinambungan, semacam dwilogi. Berlatar hari-hari terakhir ramadan kedua Cerpen bertut...